Latest News

10 Budaya Pernikahan Yang Tidak Lazim

menangisi-pengantin-pria
  1. Cina: menembak pengantin wanita

Dalam budaya Yugur di Tiongkok, calon pengantin pria menembak pengantin masa depan mereka dengan busur dan anak panah (tanpa mata panah) tiga kali. Pengantin pria kemudian mematahkan anak panah untuk memastikan mereka tetap saling mencintai selamanya.

  1. Cina: menangisi pengantin pria

menangisi-pengantin-pria

Mempelai wanita dari orang Tujia di Tiongkok diharuskan menangis selama satu jam setiap hari, selama sebulan sebelum pernikahan mereka. Sepuluh hari sebelum hari pernikahan, ibu mempelai wanita ikut menangis bersamanya, kemudian neneknya juga. Hal ini dianggap sebagai ekspresi sukacita karena para wanita tersebut menangis dengan nada yang berbeda-beda.

  1. Mauritania: peternakan lemak

Di Mauritania, anak perempuan berusia antara 5 hingga 15 tahun dikirim ke “peternakan lemak” sebelum pernikahan mereka untuk menimbun berat badan. Jika seorang pengantin perempuan memiliki lipatan perut, stretch mark dan paha yang tumpang tindih, itu menandakan suaminya cukup kaya untuk membuatnya membuat istrinya senang.

  1. Skotlandia: mengotori pengantin wanita

Para calon mempelai wanita di Skotlandia diberi kejutan oleh teman-teman mereka menjelang hari besar, dan dilempari dengan segala macam sampah seperti susu basi, ikan mati, makanan busuk, ter dan bulu. Dia kemudian diikat di pohon dan malamnya diajak minum-minum. Keyakinan mereka adalah bahwa jika calon mempelai wanita dapat menahan perlakuan semacam ini, dia dapat menghadapi tantangan apapun dalam pernikahannya.

  1. Korea: memukuli kaki mempelai pria

Tradisi Korea menyatakan bahwa pengantin pria harus dipukuli dengan ikan atau tongkat sebelum malam pertamanya sebagai pria yang sudah menikah – untuk menguji kekuatan dan karakter sejatinya.

  1. India: menikah dengan pohon

Di beberapa wilayah di India, wanita yang terlahir sebagai Mangliks (kombinasi astrologi ketika Mars dan Saturnus berada di bawah rumah ke-7), dianggap “dikutuk” dan sekiranya akan menyebabkan kematian dini suami mereka. Untuk mengatasi hal ini, mereka harus menikah dengan pohon terlebih dahulu dan kemudian pohon tersebut ditebang untuk mematahkan kutuk.

  1. Perancis: minum dari toilet

Pengantin baru di Perancis dipaksa untuk meminum sisa makanan dan minuman dari pernikahan mereka dengan menggunakan toilet. Sekarang, cokelat dan sampanye digunakan sebagai pengganti makanan dan minuman sisa, tetapi masih disajikan di toilet. Tradisi ini dilakukan untuk memberi kekuatan pada sang pengantin pada malam pernikahan mereka.

  1. Sparta: cross dressing

Dalam budaya Spartan, pengantin wanita harus mencukur rambut mereka dan berpakaian seperti pria.

  1. Irlandia: kaki tetap di tanah

Di Irlandia, kaki pengantin wanita harus tetap di lantai saat berdansa dengan pengantin pria. Ini disebabkan oleh keyakinan bahwa jika tidak demikian maka peri-peri jahat akan datang dan membunuhnya.

  1. Jerman: memecahkan piring

memecahkan-piring

Para tamu yang menghadiri pernikahan tradisional Jerman membawa jenis porselen apa pun kecuali gelas, dan memecahkannya dengan keyakinan bahwa ini akan menangkal roh jahat. Pasangan kemudian diharapkan untuk membersihkannya bersama, sekaligus belajar bahwa kehidupan pernikahan tidak akan mudah, namun dengan bekerjasama, mereka dapat mengatasi tantangan apapun.

Urutan Umum Prosesi Pernikahan (Kristen/Katholik, Yahudi, Sipil, dan Militer)

upacara-Pernikahan3

Perencanaan pernikahan bisa sangat menegangkan, terutama dengan semua aturan etiket yang harus diikuti. Urutan prosesi dan resesi Anda akan tergantung pada jenis upacara pernikahan yang Anda lakukan: secara agama, sipil, atau militer. Tradisi keluarga dan formalitas upacara pernikahan Anda juga akan memengaruhi prosesnya. Karena  salah satu momen paling penting bagi pengantin wanita, itu harus sesempurna mungkin. Inilah saatnya dia akan melakukan debut di depan calon suaminya serta teman-teman dan keluarganya. Untuk memastikan prosesi berjalan dengan lancar, berikut ini panduan singkat yang menjelaskan urutan prosesi pernikahan yang paling umum.

Upacara Pernikahan Kristen dan Katolik

upacara-Pernikahan1

Sebagian besar prosesi mengikuti urutan dasar yang sama, kecuali dalam upacara pernikahan Katolik, ayah mempelai wanita mengantarnya ke altar tetapi tidak menyerahkannya kepada mempelai pria sebelum duduk. Urutan dalam upacara pernikahan Kristen adalah:

  1. Pendeta berdiri di altar.
  2. Mempelai pria dan bestman masuk dari pintu samping dan berdiri di altar.
  3. Bridesmaids dan groomsmen berjalan berpasangan (jika jumlahnya tidak genap, ada satu orang yang bisa berjalan sendiri, atau dua bridesmaids atau gromsmen bisa berjalan bersama).
  4. Maid of honor berjalan sendirian.
  5. Pembawa cincin berjalan sendiri, diikuti oleh flower girl, atau anak-anak bisa berjalan bersama.
  6. Mempelai wanita dan ayahnya melanjutkan, dengan mempelai wanita menggandeng lengan kanan ayahnya.

Di altar, mempelai wanita berdiri di sebelah kiri, mempelai pria di sebelah kanan, menghadap pendeta. Bestman berdiri di samping pengantin pria, dengan pembawa cincin dan usher di sebelah kanannya. Maid of honor berdiri di samping mempelai wanita, dengan flower girl dan bridesmaids di sebelah kirinya. (Jika anak-anak yang terlibat terlalu muda untuk berdiri diam sepanjang upacara pernikahan, tidak apa-apa untuk mengajak mereka duduk setelah mereka sampai di depan).

Upacara Pernikahan Yahudi

upacara-Pernikahan2

Prosesi dan resesi pernikahan Yahudi akan berbeda menurut sekte keagamaan dan praktik setempat, tetapi masih mengikuti urutan dasar:

1. Rabi dan pemimpin nyanyian berdiri di altar.

2. Kakek dan nenek mempelai wanita masuk.

3. Kakek dan nenek mempelai pria masuk.

4. Ushers masuk berpasangan.

5. Bestman berjalan sendiri, setelah usher.

6. Mempelai pria melanjutkan dengan orang tuanya (ayah di lengan kirinya, ibu di sebelah kanannya).

7. Bridesmaids berjalan berpasangan.

8. Maid of honor berjalan sendirian, setelah bridesmaids.

9. Pembawa cincin berjalan.

10. Flower girl berjalan.

Akhirnya, mempelai wanita masuk dengan orang tuanya (ayah di lengan kirinya, ibu di sebelah kanannya).

Upacara pernikahan Yahudi berlangsung di sekitar kanopi pernikahan, yang disebut chuppah, di mana kedua mempelai, maid of honor dan bestman berdiri. Jika ada cukup ruang, orang tua mempelai juga bisa berdiri di bawah chuppah selama upacara pernikahan; kakek dan nenek bisa duduk tepat setelah prosesi.

Upacara Pernikahan Sipil

Sementara tidak ada urutan yang ditetapkan untuk upacara sipil, mempelai mungkin meminjam prosedur dari upacara keagamaan, atau membuat urutan sendiri.

Upacara Pernikahan Militer

Karena pernikahan militer dapat menjadi upacara sipil atau keagamaan, urutannya akan bervariasi. Satu-satunya perbedaan lainnya adalah selama resesi, ketika pasangan yang baru menikah keluar melalui lengkungan pedang terhunus.

upacara-Pernikahan3

Mempersiapkan Pernikahan Tanpa Bantuan Wedding Planner

Catatan-Pernikahan

Catatan-Pernikahan

Dengan banyaknya detail yang harus dipersiapkan, merencanakan pernikahan dapat membuat pasangan stres. Tidak heran jika begitu banyak orang memilih untuk menyewa jasa wedding planner (WP) sehingga mereka dapat fokus untuk menikmati hari besar tersebut. Tetapi jika Anda ingin untuk menanganinya sendiri, Anda harus melakukan pendekatan dengan pola pikir profesional. Mari kita simak kiat-kiat dari seorang WP berpengalaman ini:

  1. Bagaimana Harus Memulai

Mulailah dengan anggaran dan daftar tamu undangan. Keduanya berkaitan, dan memotong daftar tamu adalah salah satu cara terbaik untuk menghemat uang. Setelah detail itu ada, Anda akan memiliki gambaran yang lebih baik dari jenis pernikahan yang paling cocok untuk Anda.

  1. Pikirkan Dua Kali Sebelum Mempekerjakan Keluarga & Teman

Seseorang yang secara emosional berinvestasi dalam pernikahan Anda tidak memiliki penilaian objektif yang diperlukan untuk menangani proses ini dengan lancar. Dengan orang yang memiliki ikatan emosional, Anda akan cenderung sulit untuk mengekspresikan ketidaksukaan atau kebutuhan.

  1. Prinsip Dasar

Sejak awal, pasangan membutuhkan garis waktu yang tegas dan beberapa ide umum tentang jenis pernikahan yang mereka inginkan. Ini membantu menghilangkan stres dari membuat keputusan cepat jika diperlukan. Begitu banyak pasangan bertunangan pada saat yang sama, dan mereka saling berhadapan untuk kelompok penyedia jasa dan tempat yang sama. Jika Anda bisa memprioritaskan apa yang Anda inginkan, Anda akan dapat membuat keputusan lebih cepat dan mendapatkan penyedia jasa yang benar-benar Anda inginkan untuk pernikahan Anda. Siapkan satu atau dua tanggal cadangan untuk berjaga-jaga seandainya pilihan pertama Anda tidak memungkinkan.

  1. Organisasi yang Bijaksana

Pasangan yang mengatur pernikahan mereka sendiri harus tetap mencatat faktur dan kwitansi, menyimpan salinan kontrak, melacak biaya dan menangani banyak detail lainnya. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah Google Documents online, untuk menjaga agar informasi penting tetap terkonsolidasi dan dapat diakses oleh kedua calon mempelai dan mereka yang terlibat dalam persiapan pernikahan. Namun, jika Anda lebih suka menulis, jurnal rencana pernikahan tersedia di toko-toko buku. Anda juga bisa menggunakan buku tulis biasa.

  1. Memilih Penyedia Jasa yang Tepat

Hal terakhir yang Anda inginkan adalah sebuah band yang penyanyi utamanya menceritakan lelucon yang tidak lucu, atau petugas katering mengeluarkan makanan yang sudah dingin atau tidak segar. Dapatkan referensi dan periksa dengan baik para penyedia jasa ini. Cicipi makanannya, dapatkan produk sampel, ajukan pertanyaan-pertanyaan penting.

  1. Antisipasi Tantangan

Apapun bisa terjadi tidak sesuai rencana dan Anda harus bersiap sebaik mungkin. Salah satu tugas terbesar yang dilakukan WP adalah “hari logistik”. Siapa yang akan memberi tanda pada band? Siapa yang mengemasi sisa souvenir? Siapa yang menjahit gaun pengiring pengantin jika tiba-tiba ritsletingnya rusak? Ini hanya beberapa dari banyak hal lain yang harus dipikirkan.

Yang perlu Anda ingat dalam proses persiapan ini yaitu bahwa idak ada pernikahan yang sempurna, meskipun sudah direncanakan dengan baik. Itu bukan masalah. Ini hanya satu hari dan satu pesta, Cobalah untuk menikmati proses perencanaan ini, untuk menjadi waktu yang menyenangkan untuk membuat keputusan bersama dan merayakan pertunangan Anda.